Terkadang kita ingin mengadakan pertemuan dengan kenangan. Namun waktu terlalu angkuh untuk bisa 'pengertian' perihal rindu. Jangankan bernegoisasi, merengek-rengek pun barangkali tak akan diladeni. Sebab itu, kita suka memotret-atau dipotret, dengan bermaksud menyelamatkan remah-remah kenangan. -dh-

Hei, Aku. Selamat Ulang Tahun.

Kalau boleh aku jujur, sebenarnya aku tak begitu menyukai ulang tahun. Aku tak menyukai bahwa aku harus menerima kenyataan yang mana sejatinya usiaku berkurang. Apalagi didampingi suasana yang sama seperti biasa. Namun, jikalah harus aku merapal suatu doa, kan kuucap; Selamat genap 20 tahun, Aku. Semoga panjang umur dan sehat selalu dalam ketaatan kepada-Nya. Aku... Continue Reading →

Meski hadir sekelebat, momen merindukanmu merupakan hal yang amat kubenci. Entah bagaimana waktu menghipnotis, dan sisa-sisa perasaan sendu yang pernah kau lampirkan, kini aku merasa ragu cara menemukanmu kembali. Rasanya aku lupa cara jatuh cinta. Lupa rasanya mencari. Lupa rasanya percaya. Dan yang paling kronis, lupa rasanya berharap. Ah bukan, lebih tepatnya, aku hanya takut... Continue Reading →

Tentang waktu ⏱ Apakah setakberdaya itu kita di hadapannya? Bukankah kita lebih nyata dari waktu? Lantas, mengapa kita selalu memasrahkan padanya? Bahkan dengan nada sok bijak seringkali kita mengucap; biar waktu yang menjawab. Kita tak lebih lemah bila dibanding waktu, bukan? Maka jangan hanya termangu dan menunggu. Waktu hanya berputar, tidak mengatur. Sementara kita tokoh... Continue Reading →

MELEPASKAN LUKA

Kita sama menyadari; menikmati semburat perih yang tanpa permisi menyebrangi hati. Namun, bersama mengandalkan waktu, kita bersepakat melepaskan luka ini sembuh dengan sendirinya. Meski kita tahu, konsekuensi dari epilog ini membuahkan gugusan rindu yang bisa mengusik lamunan. . . Dalam kenaifan, semoga rindu di sisiku tak abadi. . -dh-

MENJAWABMU

Ketika menamatkan 'kita', kamu bertanya, "aku masih punya janji nggak sama kamu?" Ada sih sebenarnya, janjimu yang didahului 'insya Allah' bahwa kamu akan bersetia denganku. Nah, kalau janjimu seperti itu, boleh aku menuturkannya? . -dh-

PESAN JATUH CINTA

Saat kau merasa jatuh cinta, jangan terburu meminta Tuhan agar menjatuhkan hatimu sejatuh-jatuhnya pada dia. Pastikan kau benar-benar mengenal tentang dia. Tentang ketulusan dia menyematkan hatinya padamu. Tentang kepalsuannya yang terhalangi, atau sengaja ditutupi. Agar kau tak mudah kecewa saat kelak menangkap serat-serat palsu darinya. Sehingga kau takkan menyesalkan keadaan, setelah Tuhan benar-benar mengabulkan permintaanmu.... Continue Reading →

KAMU BERLALU

Ada yang baru dari kamu; hatimu memilih berlalu. Aku hanya memperkenankan. Sebab, yang dipaksakan tak mungkin mengesankan. Jadi, izinkan aku memecahkan tabungan kenangan yang hendak usang. Agar tak meniupkan kerinduan. . dh 02 Juli 2017

KILAH BERSELFIE :D

Selfie ialah hak prerogatif seseorang. Bisa jadi ia merupakan individu yang gemar mengabadikan setiap moment dalam hidupnya. Meski hampir semua foto memiliki karakteristik sama, namun takkan terlihat hambar di masa depan nanti. Sebab, kelak akan ada masa di mana kita ingin menengok kenangan, bercengkerama dengan album foto untuk memunguti potongan-potongan masa lalu. Jadi tidak usah... Continue Reading →

Blog at WordPress.com.

Up ↑