MELEPASKAN LUKA

Kita sama menyadari; menikmati semburat perih yang tanpa permisi menyebrangi hati.

Namun, bersama mengandalkan waktu, kita bersepakat melepaskan luka ini sembuh dengan sendirinya. Meski kita tahu, konsekuensi dari epilog ini membuahkan gugusan rindu yang bisa mengusik lamunan.
.
.
Dalam kenaifan, semoga rindu di sisiku tak abadi.
.

-dh-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: