Meski hadir sekelebat, momen merindukanmu merupakan hal yang amat kubenci.
Entah bagaimana waktu menghipnotis, dan sisa-sisa perasaan sendu yang pernah kau lampirkan, kini aku merasa ragu cara menemukanmu kembali.
Rasanya aku lupa cara jatuh cinta.
Lupa rasanya mencari.
Lupa rasanya percaya.
Dan yang paling kronis, lupa rasanya berharap.
Ah bukan, lebih tepatnya, aku hanya takut terluka lagi.
.
‘kamu’ di sini untuk seseorang yang masih berstatus teka-teki-Nya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: