Terkadang kita perlu mengendapkan peribahasa: nasi sudah menjadi bubur. Sebab, agar kita tidak terlalu melampaui batas ketika merutuki kesalahan dan kebodohan yang telah usai diperbuat. . dh

BISA JADI TERTAWAN?

Kalau kau mencoba bercanda dengan air, maka tentu badanmu akan tersiram. Kalau kau mencoba bergurau dengan api, bisa jadi kulitmu akan terbakar. Kalau kau utuh bersitatap denganku, maka bersiaplah akan tertawan hatimu.

Aku tak mengerti mengapa kita jadi seasing kini Memecahkan tabungan kenangan Hanya sebab adonan awan es melingkupi kita Menjadikannya hambar Kalau boleh, izinkan aku berterus terang kau masih menjadi aktor utama dalam bait-bait sajakku Serupa delusi, yang hanya bisa kutoreh Pada selembaran notes di hp Membentuk bingkisan puisi Mengangakan rindu, menelan waktu Tanpa kuketahui kau... Continue Reading →

SEBUAH LABIRIN DI SUATU NEGERI

Di sebuah negeri Waktu tak henti berkeliling Hingga manusia di dalamnya tampak pusing Sebongkah kerakyatan Sekerat kaidah kenegaraan Termuliakan dengan kelancungan Para bandit berbedak ketulusan Memenjarakan manusia Di dalam labirin peradaban hantu Mereka kawanan intelektual Dibutakan oleh takhta dunia Dan kalian para agamawan Dicampakkan gelombang dahsyat kemunafikan Pembesar negeri Sebut saja para hama Berpesta pora... Continue Reading →

KEDAULATAN TUHAN

Seekor kumbang terbang mengelana Matanya nyalang. Merah Jatuh tersungkur di atas pohon bambu Sayapnya enggan berayun riang Tersirat ratap yang tertahan Sebab menonton panggung sandiwara Bagi setiap insan di bawah sana Pagi itu, kegaduhan manusia merambati permukiman pasar Para saudagar saling bersorak Mendemonstrasikan tampang dagangan mereka Saling berlomba Tak perduli hingga menyeruakkan suara parau Beberapa... Continue Reading →

SEGORES SINAR PARAS PURNAMA

Pagi itu, Adam sudah rapi dengan pakaian yang biasa ia pakai sehari-hari berangkat kuliah. Mengenakan kaos lengan pendek dirangkap kemeja lengan panjang, yang mana bagian lengannya digulung sampai siku, kemudian dipadukan celana jeans, serta dilengkapi sepatu kets yang membungkus apik kakinya. Menimbulkan kesan simpel dan santai pada dirinya. Adam menuruni anak tangga sambil menggendong ransel... Continue Reading →

FANTASI BUNGA

Aku tak mengharap bunga menjadi buah Sebab bunga selalu tampak indah Perihal bahagia, aku bisa menyiramnya Memetik tiba hingga ranum pada masanya . . . -dh- 20 Mei 2017

Mengalah adalah pilihan yang terbaik. Namun, Mengalah jadi buruk seburuk-buruknya hingga mencetuskan label 'pengecut' ketika diakhiri dengan kata 'melulu'. . . . -dh- Otak kusut, Mei 2017

Jika segala yang ada di dalam diri kita sama, maka di mana letak saling melengkapinya (?) Kadang, kita tak perlu melulu mencari kesamaan. Dengan begitu kita bisa benar-benar tahu makna saling melengkapi. Bukan sekadar kata-kata belaka yang mampir di telinga kita. . . . -dh- Benang rapi, 21 Mei 2017

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑